Ramadhan Menjadi Bulan Keberkahan
Bulan Ramadhan adalah bulan yang memang singkat dan hanya sepintas saja dilalui oleh manusia di dunia ini. Maka bagi orang yang beriman selalu berbuat baik dalam bulan tersebut adalah hal yang wajib dilakukan. Mulai dari kebaikan yang kecil maupun yang besar. Selain pada bulan tersebut dapat dilipatgandakan sebuah pahala, sebuah malam yang dinantikan dan diharapkan untuk didapatkan bagi orang beriman juga ada pada Bulan Ramadhan yakni adanya Malam Lailatul Qadr. Oleh karenanya, tidak heran jika di dunia ini, Bulan Ramadhan disebut juga sebagai bulan yang penuh berkah. Banyak sekali manusia yang mengabaikan keberkahan Bulan Ramadhan. Namun, tidak sedikit juga yang mengimaninya bahwa segala kebaikan yang dilakukan di Bulan Ramadhan, bisa mendapatkan pahala yang akan menemani kita di akhirat kelak.
Namun, meskipun sudah mendapatkan pahala yang berlipatganda, jangan sampai kita pun meninggalkan bekas yang tak enak dihati seseorang. Jika sudah begitu, maka Bulan Ramadhan yang kita jalani sudah hilang pahalanya dengan cuma-cuma. Haus dan lapar yang ditahan hanya itu saja yang didapat ketika menjalani puasa. Bulan berkah, bulan yang suci di Ramadhan tidak adalagi kita kan dapatkan. Apa yang kita lakukan agar sesuatu tidak berbekas dihati orang lain? Pertama, berniatlah menjalani ibadah puasa wajib di Bulan Ramadhan dan ibadah lainnya dengan hati yang ikhlas serta penuh kebahagiaan. Kedua, jangan bertengkar, mencaci-maki dan lain sebagainya yang dapat memicu pertengkaran. Kesalahan kecil saja, segeralah minta maaf. Karena dengan kata maaf bisa meninggikan derajat kita dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Jika tidak terlalu penting, jangan sesekali meminjam uang kepada siapapun. Apalagi sudah tahu pada kemampuan diri sendiri tidak akan mampu menggantinya. Karena dengan meminjam uang atau dengan kata lain berhutang, dapat menyebabkan kematian, pertengkaran, permusuhan yang permanen, serta menghambat rezeki serta keberkahan hidup kita semua. Sehingga Ramadhan yang meski kita harapkan menjadi berkah dan berharap mendapat Malam Lailatul Qadr justru akan menjadi menyedihkan. Bayarlah hutang tersebut yang kita pinjam atau mungkin kita pernah meminjamnya tak pernah bilang, dengan segera. Jangan menyepelekan besar kecilnya uang tersebut. Meski kecilnya uang yang Anda pinjam, namun ingatlah pengorbanan orang yang meminjamkannya. Hal ini diharuskan bukan hanya pada Bulan Ramadhan saja. Bulan-bulan lain pun jika sudah mampu, jika sudah ada rezeki ya lebih baik bayar daripada tidak sama sekali. Ingatlah orang yang memberikanmu pinjaman atau hutang juga sangat membutuhkan uang. Coba lihat artikel Khazzanah Tour tentang orang yang berhutang dibawah ini!
Jangan pernah anggap remeh sedikit pun hutang Anda walau hanya sedikit.
Ruh seorang mukmin masih terkatung-katung (sesudah wafatnya) sampai hutangnya di dunia dilunasi. (HR. Ahmad)
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Barang siapa yang mengambil harta orang lain (berhutang) dan berniat akan membayarnya, maka Allah akan menunaikan niatnya itu. Tetapi barang siapa mengambilnya dengan niat akan membinasakannya (dengan tidak membayar), maka Allah akan membinasakannya.” (Hadis Riwayat al-Bukhari)
Mengapa Rasullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak mau menyolati orang yang tidak membayar hutang? Karena tidak mau atau menunda-nunda membayar hutang adalah suatu bentuk kedzaliman dan ternyata, hal tersebut berdasarkan hadits yang artinya :
“Penundaan hutang bagi mereka yang mampu adalah satu kezaliman.” (Riwayat Bukhari – 41/585)
Hadits lain yang mejelaskan hal ini juga, yakni yang artinya :
Amal kebaikan sebagai penggantinya atau alat bayarnya ketika ajal sudah terlanjur menjemput kita yang masih punya hutang, berdasarkan hadits yang artinya :
Bacalah informasi berangkat Haji cepat dan bergaransi dari Khazzanah Tour Travel dengan mengklik Paket Haji ONH Plus sebagai penyempurna rukun Agama Islam!
Allah Subhanahu Wa Ta’ala menganggap orang-orang yang berhutang adalah pencuri yang berdasarkan hadits yang artinya :
Sungguh mengerikan orang yang berhutang, apalagi bila ditinggalkan ketika sudah meninggal, ini adalah hal yang tidak sepele. Karena dosanya tidak dapat diampuni. Berdasarkan hadits yakni yang artinya : “Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.” (HR. Muslim No. 1886)
Itulah sedikit banyaknya penjelasan mengenai orang yang sudah meminjam atau berhutang kepada orang lain. Bahkan orang yang mati syahid saja masih bisa tercatat dosanya karena telah berhutang. Sungguh berat ganjaran atau balasan bagi orang yang sudah berhutang. Karena sedikit lagi bulan Ramadhan, bila ibadah yang kita kerjakan adalah ibadah yang ingin kita semua kerjakan menjadi sempurna, tentu saja harus dibayar terlebih dahulu hutangnya mulai dari sekarang. Masih ada banyak waktu.
Bulan Ramadhan adalah bulan yang memang singkat dan hanya sepintas saja dilalui oleh manusia di dunia ini. Maka bagi orang yang beriman selalu berbuat baik dalam bulan tersebut adalah hal yang wajib dilakukan. Mulai dari kebaikan yang kecil maupun yang besar. Selain pada bulan tersebut dapat dilipatgandakan sebuah pahala, sebuah malam yang dinantikan dan diharapkan untuk didapatkan bagi orang beriman juga ada pada Bulan Ramadhan yakni adanya Malam Lailatul Qadr. Oleh karenanya, tidak heran jika di dunia ini, Bulan Ramadhan disebut juga sebagai bulan yang penuh berkah. Banyak sekali manusia yang mengabaikan keberkahan Bulan Ramadhan. Namun, tidak sedikit juga yang mengimaninya bahwa segala kebaikan yang dilakukan di Bulan Ramadhan, bisa mendapatkan pahala yang akan menemani kita di akhirat kelak.
Namun, meskipun sudah mendapatkan pahala yang berlipatganda, jangan sampai kita pun meninggalkan bekas yang tak enak dihati seseorang. Jika sudah begitu, maka Bulan Ramadhan yang kita jalani sudah hilang pahalanya dengan cuma-cuma. Haus dan lapar yang ditahan hanya itu saja yang didapat ketika menjalani puasa. Bulan berkah, bulan yang suci di Ramadhan tidak adalagi kita kan dapatkan. Apa yang kita lakukan agar sesuatu tidak berbekas dihati orang lain? Pertama, berniatlah menjalani ibadah puasa wajib di Bulan Ramadhan dan ibadah lainnya dengan hati yang ikhlas serta penuh kebahagiaan. Kedua, jangan bertengkar, mencaci-maki dan lain sebagainya yang dapat memicu pertengkaran. Kesalahan kecil saja, segeralah minta maaf. Karena dengan kata maaf bisa meninggikan derajat kita dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Jika tidak terlalu penting, jangan sesekali meminjam uang kepada siapapun. Apalagi sudah tahu pada kemampuan diri sendiri tidak akan mampu menggantinya. Karena dengan meminjam uang atau dengan kata lain berhutang, dapat menyebabkan kematian, pertengkaran, permusuhan yang permanen, serta menghambat rezeki serta keberkahan hidup kita semua. Sehingga Ramadhan yang meski kita harapkan menjadi berkah dan berharap mendapat Malam Lailatul Qadr justru akan menjadi menyedihkan. Bayarlah hutang tersebut yang kita pinjam atau mungkin kita pernah meminjamnya tak pernah bilang, dengan segera. Jangan menyepelekan besar kecilnya uang tersebut. Meski kecilnya uang yang Anda pinjam, namun ingatlah pengorbanan orang yang meminjamkannya. Hal ini diharuskan bukan hanya pada Bulan Ramadhan saja. Bulan-bulan lain pun jika sudah mampu, jika sudah ada rezeki ya lebih baik bayar daripada tidak sama sekali. Ingatlah orang yang memberikanmu pinjaman atau hutang juga sangat membutuhkan uang. Coba lihat artikel Khazzanah Tour tentang orang yang berhutang dibawah ini!
Akibat Bagi Orang yang Berhutang Tak Mau Bayar
1.Tidak Akan Masuk Surga Orang Yang Tidak Mau Bayar Hutang
Jangan pernah anggap remeh sedikit pun hutang Anda walau hanya sedikit.
Ruh seorang mukmin masih terkatung-katung (sesudah wafatnya) sampai hutangnya di dunia dilunasi. (HR. Ahmad)
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Barang siapa yang mengambil harta orang lain (berhutang) dan berniat akan membayarnya, maka Allah akan menunaikan niatnya itu. Tetapi barang siapa mengambilnya dengan niat akan membinasakannya (dengan tidak membayar), maka Allah akan membinasakannya.” (Hadis Riwayat al-Bukhari)
2.Rasululullah Shallallahu’alaihi Wasallam pun Tidak Mau Menyolati Orang yang Tidak Bayar Hutang
Mengapa Rasullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak mau menyolati orang yang tidak membayar hutang? Karena tidak mau atau menunda-nunda membayar hutang adalah suatu bentuk kedzaliman dan ternyata, hal tersebut berdasarkan hadits yang artinya :
“Penundaan hutang bagi mereka yang mampu adalah satu kezaliman.” (Riwayat Bukhari – 41/585)
Hadits lain yang mejelaskan hal ini juga, yakni yang artinya :
3.Amal Kebaikan yang Pernah dilakukan Akan Terpotong
Amal kebaikan sebagai penggantinya atau alat bayarnya ketika ajal sudah terlanjur menjemput kita yang masih punya hutang, berdasarkan hadits yang artinya :
Bacalah informasi berangkat Haji cepat dan bergaransi dari Khazzanah Tour Travel dengan mengklik Paket Haji ONH Plus sebagai penyempurna rukun Agama Islam!
4.Dianggap Pencuri Oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala
Allah Subhanahu Wa Ta’ala menganggap orang-orang yang berhutang adalah pencuri yang berdasarkan hadits yang artinya :
5.Biarpun Mati Syahid Tetep Saja Dosanya Tidak Dapat Diampuni
Sungguh mengerikan orang yang berhutang, apalagi bila ditinggalkan ketika sudah meninggal, ini adalah hal yang tidak sepele. Karena dosanya tidak dapat diampuni. Berdasarkan hadits yakni yang artinya : “Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.” (HR. Muslim No. 1886)
Klik informasi seputar pembiayaan selama beribadah di Tanah Suci pada Bulan Ramadhan disini Paket Umroh Ramadhan
Itulah sedikit banyaknya penjelasan mengenai orang yang sudah meminjam atau berhutang kepada orang lain. Bahkan orang yang mati syahid saja masih bisa tercatat dosanya karena telah berhutang. Sungguh berat ganjaran atau balasan bagi orang yang sudah berhutang. Karena sedikit lagi bulan Ramadhan, bila ibadah yang kita kerjakan adalah ibadah yang ingin kita semua kerjakan menjadi sempurna, tentu saja harus dibayar terlebih dahulu hutangnya mulai dari sekarang. Masih ada banyak waktu.

