
Tak Usah Risau, Berprasangkalah yang Baik-Baik
Mungkin hari ini adalah hari libur, Hari Ahad tepatnya Hari Minggu (dalam Bahasa Indonesia). Namun, tidak libur bagi hati semua manusia yang sedang menggembala di dunia. Entah mencari bukti dari kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala ataukah mencari keridhoan dari masing-masing penglihatan manusia. Manusia, memiliki banyak sifat dan karakter serta perilakunya masing-masing. Sehingga tidak heran hatinya yang tidak pernah libur itu selalu merasakan hal-hal yang dikehendaki otak dan perasaannya. Banyak manusia yang memiliki sifat dan karakter yang baik, namun tidak sedikit pula yang buruk. Sehingga banyak hal-hal yang buruk dan baik terjadi di dunia yang terlihat indah ini, namun sebenarnya tidak sama sekali. Keburukan yang terjadi bisa saja berupa hal-hal yang mungkin terlihat bagi orang sepele bahkan menjadi tidak penting, namun keburukan ini sangat menyiksa diri dikala kita sebagai manusia menginginkan baik, namun yang terjadi adalah keburukan.
Tidak selalu anggapan manusia itu benar terhadap kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Atas segala banyaknya ujian di dunia ini, yang seringkali kita anggap sebagai keburukan. Mungkin apa yang terjadi kepada kita, adalah hal yang dianggap buruk oleh kita, namun bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah hal yang baik. Karena telah disimpan terlebih dahulu hikmah serta hidayah yang indah yang akan kita rasakan kelak. Terkadang kita menganggap itu baik, namun bukan hal yang sama bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala, hal tentang prasangka-prasangka ini dan itu ada sesuai Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang berbunyi : “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2] : 216). Begitulah sifat dan karakter manusia yang kadang-kadang tidak tahu tapi merasa tahu. Ini adalah sebuah penyakit. Penyakit hati yang timbul akibat prasangka yang tidak-tidak. Penyakit hati yang membuat semua orang menjadi salah akibat pemikirannya sendiri. Sehingga tidak jarang karena penyakit hati ini, penyakit yang lain bisa bermunculan akibat menjalarnya dari hati. Khazzanah Tour
Obatilah Hati Dengan Al Qur’an

Atas kejadian yang sering terjadi dari manusia, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan manusia imbalan dan penawar atau obat hati bagi manusia yang hatinya memang sering sakit. Apa obat tersebut? Obat tersebut adalah Al-Qur’an yang menjadi pedoman hidup manusia. Di dalam Al-Qur’an banyak hal-hal yang menjadi kenyataan dan itu langsung dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang menyebutnya. Bagaimana perkataan Allah Subhanahu Wa Ta’ala tentang obat hati di dalam Al-Qur’an? Firman Allah Subahanhu Wa Ta’ala yang artinya: “Dan Kami turunkan dengan beransur-ansur dari Al-Quran ayat-ayat Suci yang menjadi obat penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman kepadanya; dan (sebaliknya) Al-Quran tidak menambahkan orang-orang yang zalim (disebabkan keingkaran mereka) melainkan kerugian juga (Al-Israa’ 17:82).
Al-Qur’an memang petunjuk yang sangat nyata Allah Subhanahu Wa Ta’ala buktikan di dunia, agar manusianya pun dapat berpikir jernih dan berusaha mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Al-Qur’an dapat menjadi obat hati, dimana para pembacanya pun dapat memasukkan obat tersebut dalam diri dimana saja dan kapan saja. Dapat juga memperbanyak membaca Al-Qur’an dengan khusyu pada waktu yang sakral seperti pada saat bulan Ramadhan. InshaaAllah pahala berlipatganda akan datang bagi yang menunaikan ibadah tersebut. Bahkan, pahala yang berlipatganda seperti menjalani ibadah haji bisa didapat dengan cara menunaikan ibadah Umroh di Bulan Suci Ramadhan. Mau Umroh Ramadhan? Klik Paket Umroh Ramadhan murah biaya, dapat pahala lipat ganda.
Penyakit Ujian, Minta Sembuhlah Ke Allah

Jadi, kita sebagai manusia, hanya boleh berserah diri saja kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Bila sakit-sakit sedikit, cobalah periksa apakah hati kita sudah benar? Karena hati dan penyakit lainnya bisa saling berhubungan. Pernahkah Anda mengalami sakit kepala karena akibat dengki dan iri kepada tetangga kita yang memiliki harta lebih? Pernahkah kita mengalami demam karena kita menangisi yang belum halal bagi kita? Lalu pernahkah seseorang sakit kejiwaannya karena kehilangan sesuatu di dunia ini yang hanya sementara seperti harta, jabatan dan lainnya? Jika pernah maka berdo’alah dan percaya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala bersamaan dengan mengucap “Dan apabila aku sakit, maka Dia lah yang menyembuhkan penyakitku. (Asy-Syu’araa’ 26:80).
Tenanglah, perbaiki diri, perbanyak sedekah dan yang paling penting lanjutkan hidup dengan menebar banyak kebaikan dan berguna bagi orang lain. Sehingga, hati sehat kembali, tanpa adanya gangguan bahkan bisa ajak keluarga untuk menempuh jalan hidup yang bahagia sebab berdasarkan sebuah hadits yang artinya : “Tiap-tiap penyakit itu (ada) obatnya. Apabila menepati obat terhadap penyakit tersebut, maka sembuhlah dengan izin Allah” (Riwayat Muslim dan Ahmad). InshaaAllah hidup semua keluarga berkah, bahkan bisa ajak jalan-jalan tuk bahagiakan di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan berUmroh di Paket Umroh Plus Turki yang sangat murah sudah bisa ke dua negara.
